Kepala MIS Darul Ulum dan Operator serta Bendahara Ikuti Pembinaan Sarana Prasarana Madrasah

Gambar : Foto Dokumentasi Saat Pembukaan Pembinaan Sapras Madrasah
MISDUKTB>>> – Kepala MIS Darul Ulum Kotabaru, Bahri Noor Ubai, S.Pd.I bersama operator data dan bendahara madrasah mengikuti kegiatan Pembinaan Sarana Prasarana yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula STIT Darul Ulum Kotabaru mulai pukul 13.00 Wita hingga 17.30 Wita.
Kegiatan pembinaan dibuka secara resmi oleh PLH Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru, H. Muhammad Pran Limhar, S.Ag., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penginputan data yang benar dan valid pada aplikasi EMIS sesuai dengan data proposal usulan bantuan yang diajukan madrasah. Menurutnya, validitas data menjadi faktor utama dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah kepada madrasah.
Beliau juga menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, sangat bergantung pada keakuratan data EMIS. Jika data tidak valid atau kondisi sarana prasarana madrasah tercatat dalam keadaan baik, maka peluang memperoleh bantuan dari kementerian maupun instansi pemerintah lainnya menjadi lebih kecil.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Pembinaan Sarana Prasarana Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan, Hendra, S.Pd. Ia menjelaskan bahwa untuk memperoleh bantuan pemerintah, data kondisi sarana prasarana minimal berada pada kategori rusak sedang atau rusak berat. Namun demikian, kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap nilai akreditasi madrasah sehingga pengelola madrasah harus bijak dan cermat dalam melakukan pengisian data.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIS Darul Ulum Kotabaru, Bahri Noor Ubai, S.Pd.I turut menyampaikan data siswa inklusi kepada Tim Sarana Prasarana Kanwil Kemenag sebagai bagian dari pendataan kebutuhan madrasah.
Adapun materi pembinaan yang disampaikan meliputi pengisian data EMIS, penggunaan aplikasi SIMSARPRAS, serta pendataan siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias yang diikuti sekitar 75 peserta dari RA dan madrasah se-Kabupaten Kotabaru. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi pembinaan dan diskusi demi meningkatkan kualitas tata kelola data sarana prasarana madrasah secara lebih akurat dan profesional.






